PROYEK PERMAINAN SEDERHANA
AKU TEBAK, AKU DAPAT!!!
Disusun untuk pengganti UTS mata kuliah Pendidikan Kepramukaan
Dosen Pengampu: Roy Ardiansyah, M. Pd.
Disusun oleh :
Elvina Isna Nurjanah (K7119076)
PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2020
1. Nama permainan
Aku Tebak, Aku Dapat!!!
2. Latar belakang
Pada kondisi saat ini, sekolah-sekolah libur untuk menaati aturan pemerintah untuk memutus mata rantai virus Covid-19. hal itu merupakan hal yang menyenangkan yang dirasakan oleh anak-anak sekolah, khususnya pada Sekolah dasar. Namun, rasa senang itu pasti hanya bertahan pada hari-hari awal. Mengingat libur yang masih diperpanjang terkait persebaran virus yang belum mereda. Hal itu pasti membuat anak-anak Sekolah Dasar merasa bosan pada beberapa minggu terakhir ini, karena aktivitas mereka hanya di rumah saja.
Oleh karena itu saya berinisiatif untuk mengembangkan sebuah permainan sederhana yang berjudul, “Aku Tebak, Aku Dapat!!!”. Dimana permainan init bisa dimainkan pada waktu luang anak-anak. Permainan ini juga bisa melatih kreativitas dan inovasi anak-anak. Yang sedikit berbeda, permainan ini tidak hanya bisa dimainkan bersama teman-teman anak tersebut, melainkan dapat dimainkan bersama anggota keluarga yang lain, misal dengan kakak, ibu, atau ayah.
3. Tujuan Permainan
a) Melatih kreativitas anak
b) Menambah rasa kebersamaan
c) Melatih daya pikir dan daya nalar yang baik dalam membuat gagasan dan menyelesaikan masalah
d) Meningkatkan dan juga mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan anak
e) Melatih anak untuk lebih menghargai dan menerima gagasan/pendapat orang lain
f) Ketika anak bermain dengan anggota keluarga, maka akan menghadirkan orang dewasa yang memberi dukungan, dorongan dan dukungan
4. Alat yang Digunakan
Kertas kosong
Pensil
5. Tata Cara dan Kententuan Permainan
a) Permainan sederhana ini bisa dilakukan oleh 3-7 anggota dengan cara versus ataupun dengan kelompok mandiri
b) Mula-mula mereka menentukan siapa yang menjadi ketua anggota yang akan melakukan langkah pertama pada permainan sederhana ini
c) Selembar kertas dan satu buah pensil dipegang oleh ketua anggota
d) Ketua anggota diberi alokasi waktu 2-4 menit untuk berimajinasi tentang apa yang akan ia gambar di selembar kertas tersebut
e) Ketua anggota tidak lantas menyelesaikan gambar tersebut, ia hanya diberi alokasi waktu waktu setengah menit untuk membuat gambar pada seembar kertas tersebut dan menggambarkan sebagian dari ide yang ia dapat
f) Setelah sekitar setengah menit, maka selembar kertas tadi diberikan kepada anggota lain.
g) Anggota lain diberi alokasi waktu satu menit, dengan setengah menit untuk berfikir bagaimana ia menuntaskan ide pemain anggota pertama dan juga menyelaraskan imajinasinya dengan imajinasi anggota pertama.
h) Lalu, setengah menit yang lain digunakan untuk menuangkan imajinasinya kedalam kertas dengan cara menggambar
i) Lalu langkah g) dan h) dilakukan dengan bergantian oleh anggota lain.
j) Setelah semua anggota melakukan langkah-langkah g) dan h), maka gambar ditunjukkan dan dilihat bersama anggota kelompok lain
k) Jika gambaran mereka terlihat sempurna atau sesuai dengan imajinasi penggambar pertama maka mereka berhasil menyelesaikan permainan dan itu mencerminkan mereka yang memiliki visi yang sama
l) Jika gambaran mereka terlihat aneh, atau tidak sesuai dengan penggambar pertama maka mereka belum berhasil
m) Mereka bisa memperbaiki lagi dengan sharing antar anggota, menjelaskan lagi apa yang menjadi imajinasi mereka dan mencoba untuk berpikir terhadap sesama anggota.
n) Jika permainan in dimainkan secara versus, pemenang adalah kelompok yang gambarannya terlihat sesuai dan rapi
6. Hubungan Permainan terhadap Kepramukaan
Permainan sederhana ini memiliki beberapa hubungan dengan kepramukaan yang berkaitan denganAD/ART Gerakan Pramuka, Prinsip Dasar serta Metode kepramukaan, diantaranya:
a. Hubungan dengan AD/ART Gerakan Pramuka
* Permainan sederhana ini merupakan pengamalan pasal 3 ayat b Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang berbunyi, “Menjadi warga negara yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada NKRI…” kaitannya adalah mematuhi aturan pemerintah untuk melakukan social dan physical distance dengan tetap memainkan permainan di rumah bersama anggota keluarga kita.
* Pengamalan pasal 23 ayat 2 Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang berbunyi, “Evaluasi untuk peserta didik sebagai mengetahui keberhasilan dalam rangka kegiatan pendidikan kepramukaan.” Hal ini berkaitan pada akhir permainan yaitu diadakan evaluasi antaranggota agar mereka juga mampu menyelaraskan visi mereka.
* Pengamalan pasal 7 ayat 2 Anggaran Rumah tangga yang berbunyi, “penyelenggaraan pendidikan kepramukaan tersebut dilaksanakan dengan bimbingan anggota dewasa.” Hal ini berkaitan ketika anak-anak bermain dengan anggota keluarga maka akan hadir sosok orang dewasa yang mendorong dan memotivasi kemampuan anak tersebut.
* Pengamalan pasal 7 ayat 3 Anggaran Rumah Tangga yang berbunyi, “Dalam pelaksanaan tugas pokok perlu dilakukan kerja sama yang baik dengan orang tua, guru dan masyarakat…” Ketika permainan tetap dilaksanakan di dalam rumah maka orang tua juga menggantikan peran guru.
* Pengamalan pasal 8 ayat 1 yang berbunyi, “Gerakan Pramuka berfungsi sebagai organisasi pendidikan nonnformal di luar sistem pendidikan sekolah (formal) dan di luar sistem pendidikan keluarga (informal)…” dimana permainan sederhana ini meskipun dilaksanakan diluar pendidikan norformal juga dapat menyerap nilai-nilai pramuka di dalamnya.
* Pengamalan pasal 9 ayat 1 Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka yang berbunyi, “Gerakan Pramuka bersifat terbuka…” yaitu dapat dilakukan dimana saja.
b. Hubungan dengan Prinsip Dasar Kepramukaan
* Melatih ketaatan terhadap peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah, yaitu dengan tetap berada di rumah.
* Memiiki rasa berkewajiban untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sosial dan juga memperkokoh rasa persatuan antaranggora
c. Hubungan dengan Metode Kepramukaan
* Memiliki sikap kebersamaan yang merupakan pengamalan dari Metode Kepramukaan yang pertama, yaitu pengamalan Kode Kehormatan Pramuka.
* Pengamalan Metode Kepramukaan yang kedua, yaitu belajar sambil melakukan. Dimana permainan itu adalah pembelajaran praktek.
* Pengamalan Metode Kepramukaan yang ketiga, yaitu sistem beregu. Dimana permainan ini dimainkan dalam regu atau kelompok.
* Pengamalan Metode Kepramukaan yang keempat, yaitu kegiatan yang menarik dan menantang. Permainan ini dapat mengembangkandiri anak-anak untuk mengatasi tantangan yang dihadapi.

Komentar
Posting Komentar